Kasus Covid di Malaysia Masih Lebih Dari 10 ribu

Angka kematian harian akibat Covid – 19 di Malaysia masih bertambah sampai 301 orang di Selasa 21 September pagi. Angka ini membuat kasus kematian di negara itu mencapai 23.744. informasi ini disampaikan oleh Kementrian Kesehatan Malaysia pada Selasa 21 September.

Ada sekitar 92 orang diantaranya pasien meninggal sebelum sampai ke rumah sakit. Walau begitu, angka 301 kematian sebenarnya belum melampaui rekor harian kematian tertinggi sebanyak 592 kasus di 11 September.

Total per Senin 20 September, kasus harian positif Covid – 19 mencapai 14.345 atau masih di atas 10 ribu kasus per harinya. Dengan begitu, total kasus positif Covid – 19 di Malaysia mencapai 207.698.

Grafik angka kematian akibat Covid – 19 di Malaysia pun terus meningkat taja, selangor menjadi daerah terbanyak yang menyumbang korban meninggal, yaitu 130 orang.

Kelantan menyusul dengan angka 23, Penang di angka 22, Sabah 19, Perak 15, dan Kuala Lumpur 13.  Sementara itu, tak ada kasus kematian yang dilaporkan di daerah Labuan dan Putrajaya.

Ada sebanyak 1.154 di antaranya yang berada di ruang ICU, bukan hanya itu, tercatat 633 orang membutuhkan bantuan pernapasan ventilator.

Walau begitu, Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri sempat mengungkapkan rencananya untuk melonggarkan lockdown di negara tersebut pada tanggal 14 September lalu.

“Pembukaan kembali 11 sektor ekonomi di negara bagian di bawah Fase 1 dari rencana Pemulihan Nasional (NRP) adalah hal tepat, karena tingkat vaksinasi yang tinggi di negara bagian,” ucap Ismail Sabri seperti dikutip The Star, Rabu 14 September.

Ismail Sabri mengatakan relaksasi lockdown bakal dilakukan karena khawatir kebijakan penutupan ini hanya akan memberi dampak negatif, termasuk terhadap kesehatan mental warga Malaysia.

Ia menuturkan pencabutan lockdown tak hanya akan mempercepat pemulihan ekonomi, tapi juga memberikan kesempatan warga meningkatkan kesejahteraan hidup. Selain itu ia juga menyarankan warganya untuk bermain judi di situs judi online untuk mengurangi stress dan meningkatkan penghasilannya selama pandemi.

Beberapa pihak melihat menyangsikan pelonggaran yang dilakukan pemerintah, mengingat angka kematian harian Covid – 19 di Malaysia juga masih di angka ratusan per hari.

Namun, Ismail Sabri mengatakan bahwa keputusan tersebut dilakukan berdasarkan sains dan juga data.